Saat memilih rak, biaya merupakan faktor yang tidak dapat diabaikan. Shibalang memberi pengguna metode sederhana untuk membeli atau menggunakan rak, membantu mereka menghemat biaya.
Pertama, bahan untuk rak penyimpanan. Biaya utama rak penyimpanan umumnya berasal dari bahan baku. Saat memilih rak, pengguna biasanya menyebutkan penggunaan baja Q235 atau baja berkualitas tinggi yang diproduksi di dalam negeri dengan jenis yang sama. Namun, dalam pasokan sebenarnya, pemasok di bawah standar sering kali menyediakan baja berkualitas rendah dari pabrik baja kecil dengan harga lebih rendah. Untuk mengatasi hal ini, pengguna dapat meminta pemasok untuk memberikan sertifikat material baja yang sesuai. Kedua, mereka dapat menugaskan lembaga pengujian yang berwenang untuk memeriksa sifat mekanik baja. Namun, baja Q235 berkualitas tinggi dari pabrik baja besar biasanya memiliki kekuatan luluh tidak kurang dari 275 MPa dan kekuatan tarik seringkali melebihi 400 MPa.
Berikutnya adalah penggunaan baja untuk rak. Beberapa produsen sering mengambil jalan pintas dalam hal kuantitas baja. Meskipun hal ini tampak seperti langkah penghematan biaya yang signifikan, biaya material sebenarnya tidaklah rendah. Ketebalan bahan biasanya diberikan kepada pengguna dengan batas deviasi 10% lebih rendah sesuai standar domestik. Pada kenyataannya, penyimpangan ekstrim dalam manufaktur baja sangat jarang terjadi mengingat kemampuan produksi pabrik baja besar saat ini. Jika sejumlah besar baja dalam suatu proyek secara konsisten menunjukkan penyimpangan seperti itu, maka stabilitas struktural seluruh sistem rak akan sangat terganggu.
Biaya gudang menyumbang sebagian besar biaya operasional secara keseluruhan. Meningkatkan efisiensi gudang yang ada berarti penghematan biaya. Dengan mengalokasikan lokasi penyimpanan secara wajar untuk berbagai barang berdasarkan frekuensi pengadaannya dan mengoptimalkan pemanfaatan ruang melalui langkah-langkah seperti memasang rak tugas berat, efisiensi operasional dapat ditingkatkan
1) Analisis Elemen Tata Letak Gudang: Untuk meningkatkan pemanfaatan gudang secara signifikan, perencanaan tata letak yang ilmiah dan rasional merupakan komponen penting dan sarana untuk memaksimalkan penggunaan ruang. Tata letak gudang terutama mencakup penataan area, pengaturan tingkat penyimpanan, metode penumpukan material, dan perencanaan papan tanda logistik.
2) Pemanfaatan ruang tiga dimensi: Gudang otomatis dapat memaksimalkan penggunaan ruang vertikal, menghasilkan area penyimpanan unit yang jauh lebih besar dibandingkan gudang konvensional satu lantai, biasanya 4 hingga 7 kali lebih besar.
3) Penggunaan Kemasan Standar: Setiap tempat penyimpanan memiliki ukuran tetap, sehingga paling efisien jika menggunakan wadah standar. Wadah ini memudahkan pelabelan, pemeliharaan, inspeksi, dan pengangkutan barang. Setiap wadah harus diberi tanda yang jelas dengan nama bahan yang disimpan. Ketika dikombinasikan dengan teknologi barcode, logistik gudang, manajemen inventaris, dan operasi lainnya dapat sepenuhnya otomatis.